Perbedaan Ciri Khas Bahasa Orang Medan Sehari-hari Versi Slang

Ciri Khas Bahasa Orang Medan

Ciri Khas Bahasa Orang Medan – Kalau kamu pernah berkenalan dengan orang Medan, pasti ada satu hal yang bikin kaget: bahasanya. Meskipun sama-sama menggunakan Bahasa Indonesia, cara orang Medan berbicara terdengar unik, tegas, dan kadang-kadang bikin bingung bagi orang luar daerah. 

Bahkan, banyak yang menyebut kalau cara bicara mereka itu “keras” seperti orang yang sedang marah, padahal sebenarnya tidak ada maksud seperti itu. Hanya kebiasaan intonasi saja, jadi “citranya” terkesan demikian. 

Nah, kalau kamu memiliki kenalan atau teman dari Medan dan ingin berusaha memahami mereka, coba baca artikel ini. Kali ini kita akan bahas lebih dalam tentang ciri khas bahasa orang Medan sehari-hari. Tidak hanya versi standar atau umum yang dipakai banyak orang, tapi juga versi slang atau gaul yang sering muncul di tongkrongan anak muda Medan. 

Kamu akan menemukan 20 contoh kata dan ungkapan unik, plus perbedaan jelas antara standar dan slang. Jadi, kalau punya teman orang Medan, kamu tidak akan bingung lagi pas dengar mereka ngomong.

Ciri Khas Bahasa Orang Medan Secara Umum

Ciri Khas Bahasa Orang Medan Standar

Secara umum, bahasa orang Medan sehari-hari memiliki beberapa ciri khas yang mudah dikenali. Intonasinya tegas, pilihan katanya lugas, dan sering kali ada kosakata khas yang berbeda dari Bahasa Indonesia standar. 

Bahasa ini terbentuk dari campuran budaya karena Medan sendiri adalah kota multietnis: ada Batak, Melayu, Jawa, Minang, Tionghoa, hingga India.

Berikut 10 contoh ciri khas bahasa Medan sehari-hari:
  1. “Kelen” artinya kalian. Misalnya: “Kelen mau kemana sore ini?”
  2. “Bapakmu lah itu” cara orang Medan menekankan sesuatu, bisa bermakna bercanda atau marah.  Contoh: “Lama kali kau, bapakmu lah itu!”
  3. “Nggak usah lah” penggunaan kata lah sering banget dipakai sebagai penegas.
  4. “Makannya” sering dipakai untuk menghubungkan kalimat. Contoh: “Udah ku bilang, makannya jangan telat.”
  5. “Capek kali aku” kata “kali” digunakan untuk menguatkan, mirip “banget” dalam bahasa sehari-hari.
  6. “Apa pula itu” bentuk keheranan atau meremehkan sesuatu.
  7. “Udah siap lah aku” penggunaan lah membuat kalimat lebih ekspresif.
  8. “Sere kali” artinya kotor sekali. Kata sere hanya dipakai di Medan.
  9. “Ketek” artinya anak kecil. Contoh: “Ketek itu jangan diganggu.”
  10. “Macam mana pula” artinya “bagaimana sih” atau ekspresi bingung.

Ciri khas inilah yang bikin bahasa Medan terdengar beda. Ada campuran penegasan, keunikan kosakata, dan gaya bicara yang langsung ke inti.

Baca juga: Kamus Bahasa Medan dan Artinya

Ciri Khas Bahasa Orang Medan Versi Slang

Ciri Khas Bahasa Orang Medan Slang atau Gaul

Kalau tadi kita bahas versi umum, sekarang mari masuk ke versi slang atau gaul. Bahasa slang di Medan biasanya dipakai anak muda ketika ngobrol santai di tongkrongan, media sosial, atau saat bercanda. Bedanya, slang Medan ini lebih santai, lebih ekspresif, dan kadang agak “nyeleneh”.

Berikut 10 contoh bahasa Medan versi gaul:
  1. “Bah” kata seru yang punya banyak arti, tergantung intonasi. Bisa kaget, marah, atau kagum. Contoh: “Bah, ganteng kali dia!”
  2. “Gaskeun” ajakan buat langsung jalan atau mulai.
  3. “Ngapain kali” cara gaul untuk bilang “kenapa banget sih”.
  4. “Sotoy kali kau” artinya sok tahu banget kamu.
  5. “Cok” panggilan akrab antar teman, mirip “bro” atau “sob”.
  6. “Ngab” panggilan santai buat teman laki-laki.
  7. “Santuy bah” gabungan kata santai + bah, artinya santai aja lah.
  8. “Ngopi dolo lah” ajakan nongkrong dulu.
  9. “Tak jelas kali” artinya nggak masuk akal banget.
  10. “Cengeng kali kau” artinya terlalu lebay atau gampang nangis.

Bahasa slang ini biasanya bikin percakapan orang Medan makin rame dan seru. Kalau kamu main ke Medan dan nongkrong sama anak mudanya, jangan kaget kalau kamu mendengar kata-kata ini.

Baca juga: Cara Menyimpan Mie Ayam Medan Agar Tidak Basi Dibawa Pulang

Perbedaan Bahasa Medan Standar vs Slang

Perbedaan Bahasa Orang Medan Standar vs Slang

Meskipun sama-sama khas Medan, ada perbedaan jelas antara bahasa standar dan slang.

  • Bahasa Medan standar biasanya dipakai dalam komunikasi sehari-hari dengan orang yang lebih tua, di rumah, atau dalam suasana formal. Contohnya “kelen”, “capek kali aku”, atau “macam mana pula”.
  • Bahasa Medan slang lebih sering muncul di tongkrongan anak muda atau di medsos. Kata-katanya lebih modern, singkat, dan kadang bercampur dengan bahasa internet.

Kalau kamu berinteraksi dengan orang Medan, biasanya mereka akan otomatis menyesuaikan bahasa sesuai dengan siapa lawan bicaranya. Dengan keluarga besar atau orang tua, mereka cenderung pakai versi standar. Tapi kalau dengan teman sebaya, versi slang lebih dominan.

Agar lebih paham bedanya, coba lihat tabel: 
Bahasa Medan StandarBahasa Medan Versi SlangArti / Penjelasan   
Kelen mau kemana?“Gaskeun lah, kemana kita?”Standar: tanya tujuan. Slang: ajakan langsung jalan.
“Capek kali aku.”  “Lemes kali aku cok.”Standar: capek banget. Slang: capek tapi lebih ekspresif & gaul.
“Macam mana pula ini?”“Tak jelas kali bah.”Standar: bingung dengan situasi. Slang: menyebut sesuatu nggak masuk akal.
“Apa pula itu?”“Sotoy kali kau.”Standar: ungkapan heran. Slang: ungkapan ejekan karena menganggap kamu bertingkah banyak tahu. 
“Udah siap lah aku.”       “Santuy bah, nanti aja.”Standar: menegaskan sudah siap. Slang: menyuruh santai.   
“Ketek itu jangan diganggu.”“Ngab, jangan usil lah.”Standar: menyebut anak kecil. Slang: panggilan ke teman laki-laki.  
“Sere kali tempat ini.”“Jorok kali woi.”Standar: sangat kotor. Slang: lebih ekspresif, kasar.   
“Makannya jangan telat.”“Ngopi dolo lah cok.”Standar: memberi nasihat. Slang: ajakan nongkrong dulu.   
“Bapakmu lah itu!”“Cengeng kali kau.”Standar: bisa bercanda/emosi. Slang: mengejek teman yang lebay. 
“Nggak usah lah.”Ngapain kali, bro?”Standar: cara menolak dengan baik. Slang: mempertanyakan dengan gaya gaul. 

Dengan tabel ini, kamu bisa langsung melihat bagaimana bahasa Medan standar dipakai sehari-hari, sementara versi slang lebih cocok di tongkrongan atau obrolan santai. Jadi jangan asal digunakan ya karena akan berpengaruh pada sopan-santun. Apalagi jika kamu sedang berbicara dalam situasi khusus atau ada yang lebih tua. Bisa-bisa kena pukul kalau asal bicara. 

Suka Semua Tentang “Medan”? Wajib Cobain Sate Kerang Medan!

Sate Kerang Medan Cemilan Enak Cocok Jadi Oleh-oleh | Contoh Masakan Nusantara | tempat makan enak di medan
Foto: Instagram @kerank.id

Bahasa Medan memang seru buat dipelajari, tapi jangan lupa kalau Medan juga dikenal sebagai kota kuliner. Salah satu oleh-oleh khas yang wajib kamu cobain adalah Sate Kerang Tanjung Balai.

Pulang dari liburan di Kota Medan, jangan pulang dengan tangan kosong. Bawa oleh-oleh enak yang pasti bikin keluarga di rumah senang. Sate kerang ini dibuat dari kerang asli Tanjung Balai, dipadukan dengan rempah pilihan khas Sumatera. Rasanya gurih, pedas manis, dan benar-benar bikin nagih.

Kenapa wajib coba?

  • Oleh-oleh spesial Kota Medan
  • Halal
  • Diproduksi langsung oleh H.Mahmud owner mieayammahmud.com
  • Hanya ada di Laut Sumatera
  • Kalau tertarik, kamu bisa cek Instagram kerank.id.

Jadi, kalau kamu sudah terpesona dengan bahasa Medan yang unik, jangan lupa juga manjakan lidahmu dengan kuliner khasnya. Karena Medan bukan cuma soal bahasa yang beda, tapi juga cita rasa yang luar biasa.

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top