Buah Buahan Khas Medan – Ketika kamu mendengar kata Medan, mungkin yang terlintas adalah bika ambon, durian medan yang tersohor, atau kopi Sidikalang. Namun, di balik kuliner populernya, kota ini juga menyimpan kekayaan lain yang sering terlewat oleh para pendatang: buah-buahan unik yang tumbuh subur di tanah Sumatera Utara.
Sebagai kota multikultural dengan tanah yang subur, Medan tidak hanya terkenal dengan ragam makanannya, tetapi juga memiliki buah-buahan khas yang jarang ditemui di daerah lain. Bagi masyarakat lokal, buah-buahan ini adalah bagian dari keseharian. Namun bagi pendatang, deretan buah ini bisa menjadi pengalaman rasa yang baru, bahkan mungkin mengejutkan.
Bayangkan, kamu berkunjung ke Medan bukan hanya untuk mencicipi kulinernya, tapi juga membawa pulang buah-buahan unik sebagai oleh-oleh yang jarang diketahui banyak orang. Yuk simak!
Table of Contents
ToggleBuah Buahan Unik Khas Medan yang Jarang Dikenal
Nah, inilah tujuh buah buahan khas Medan yang sering tersembunyi di balik popularitas durian dan jeruk manis. Kira-kira kamu paling asing dengan buah yang mana?
1. Rambai

Buah rambai memiliki bentuk bulat kecil seukuran kelereng dengan kulit tipis berwarna kuning pucat. Rasanya unik: ada perpaduan manis dan asam yang segar, mirip dengan duku tetapi lebih ringan.
Daging buahnya lembut, kadang agak bergetah, sehingga ketika kamu memakannya ada sensasi “lengket” di lidah. Rambai sering dikonsumsi langsung, dan bagi orang Medan, buah ini menjadi teman ngobrol santai di rumah.
2. Markisa Medan
Markisa Medan sudah cukup terkenal, tapi banyak pendatang hanya tahu versi olahannya berupa sirup. Buah asli markisa berbentuk bulat dengan kulit keras berwarna kuning atau ungu.
Saat dibelah, kamu akan menemukan biji kecil berlapis daging transparan dengan rasa manis-asam yang sangat segar. Markisa enak dimakan langsung dengan sendok, atau dijadikan jus tanpa tambahan gula karena rasanya sudah kaya.
3. Matoa : Buah Khas Medan

Matoa banyak ditemukan di Sumatera, termasuk Medan. Buah ini berbentuk bulat agak lonjong dengan kulit keras berwarna cokelat keunguan.
Saat dibuka, dagingnya mirip lengkeng: kenyal, manis, dan sedikit beraroma pandan. Rasa matoa seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian, unik dan jarang ditemui di luar musim panennya.
4. Buah Kedondong Khas Medan
Buah ini terkenal dengan rasa asamnya yang cukup tajam. Kulitnya hijau mengilap dengan biji berserabut keras di tengah. Di Medan, kedondong sering dimakan segar dengan garam atau dijadikan campuran rujak. Rasanya asam, renyah, dan membuat lidah seakan “melek”.
5. Salak Sidimpuan
Salak ini berasal dari Tapanuli Selatan, tetapi sangat populer di Medan. Tekstur kulitnya bersisik seperti ular, sementara daging buahnya renyah dengan rasa manis legit bercampur sedikit asam. Uniknya, beberapa jenis salak Sidimpuan memiliki rasa sepat tipis yang justru menambah ciri khasnya.
6. Cempedak Medan

Cempedak sering dianggap mirip dengan nangka, tetapi aromanya lebih tajam dan rasanya lebih manis. Buah ini memiliki daging berwarna kuning keemasan, lembut, dan legit. Selain dimakan langsung, bijinya bisa direbus atau digoreng sebagai camilan.
Pendatang sering heran melihat warga Medan menyantap biji buah ini, padahal rasanya gurih menyerupai kacang.
7. Durian Jantung
Kalau durian Medan terkenal, durian jantung adalah varietas langka yang tidak semua orang tahu. Bentuk buahnya agak lonjong menyerupai jantung. Dagingnya tebal, lembut, dan manis legit. Aroma durian jantung lebih halus dibandingkan durian pada umumnya, sehingga banyak pendatang yang baru pertama kali mencobanya langsung jatuh hati.
Baca juga: Apa Itu Bawang Batak Khas Medan? Temukan 2 Versi yang Beda
Cara Tepat Menikmati Buah Buahan Khas Medan

Seperti apa cara memakan buah-buahan tersebut? apakah ada bagian yang tidak boleh dimakan atau lebih baik dimakan seperti apa? Karena ini buah yang jarang, jadi kamu juga pasti penasaran bukan tentang ini.
Setiap buah memiliki cara terbaik untuk dinikmati agar rasa dan pengalaman yang kamu dapatkan semakin maksimal. Berikut caranya:
1. Rambai
- Paling enak dimakan langsung dalam kondisi matang penuh.
- Kamu cukup kupas kulit tipisnya,
- Lalu nikmati daging buahnya yang manis-asam.
2. Markisa Medan
- Tekan sedikit buahnya, kalau terasa agak empuk, artinya siap dimakan.
- Gunakan pisau atau cukup tekan hingga kulitnya.
- Daging markisa bisa dimakan bersama bijinya.
- Kalau lumayan asem, Kamu bisa menambahkan sedikit gula atau madu untuk menyeimbangkan rasa asamnya.
3. Matoa
- Kulit matoa agak keras, jadi biasanya dikupas dengan cara ditekan atau digigit sedikit bagian luarnya lalu dibuka dengan tangan.
- Setelah terbuka, kamu akan melihat daging buah yang bening kekuningan mirip lengkeng.
- Banyak orang Medan suka menyimpan matoa di kulkas sebelum dimakan. Saat dingin, rasanya lebih segar dan legit.
4. Kedondong Medan
- Paling nikmat saat masih segar dan keras.
- Potong kecil lalu nikmati dengan sambal rujak atau taburan cabai-garam.
5. Salak Sidimpuan
- Bisa dimakan langsung, tapi pilih yang matang sempurna untuk mendapatkan rasa manis maksimal.
- Jika terlalu muda, rasanya sepat.
6. Durian Jantung
- Nikmati langsung saat baru dibuka.
- Untuk pengalaman berbeda, bisa juga dijadikan lempok (dodol durian) khas Medan.
7. Cempedak Medan
- Daging buahnya bisa dimakan segar,
- Sementara bijinya direbus atau digoreng untuk camilan.
Jadi cara makan buah-buahan ini berbeda ya. Kalaupun tidak sesuai cara makan di atas, kamu bisa coba cara lainnya.
Baca juga: Pernah Coba Bubur Pedas Khas Medan? Ini yang Membuatnya Beda
Dimana Buah Buahan Khas Medan Ini Dapat Dibeli untuk Pelancong?

Sebagai pelancong, mungkin kamu bertanya-tanya di mana bisa mendapatkan buah-buahan ini.
- Pasar Tradisional: Pasar Petisah dan Pasar Beruang di Medan adalah tempat terbaik untuk menemukan buah musiman khas Medan.
- Beberapa toko oleh-oleh tidak hanya menjual kue atau makanan, tetapi juga menyediakan buah segar atau olahan dari buah khas Medan.
- Saat musim panen, banyak pedagang kaki lima di pinggir jalan menjajakan buah seperti rambai, kedondong, atau cempedak.
- Beberapa petani dan pedagang lokal kini juga menjual buah khas Medan melalui aplikasi belanja, meski ketersediaannya terbatas pada musim tertentu.
Baca juga: Cari Menu Ayam Khas Medan yang Enak? Coba Rekomendasi Ini
Mau Coba Hal Lain dari Medan? Mampir ke Kedai H. Mahmud Medan!

Setelah mendapatkan buah yang kamu cari, jangan lupa untuk melengkapi perjalanan kulinermu dengan mampir ke Kedai H. Mahmud Medan.
Bagi kamu yang muslim dan khawatir soal halal atau tidaknya kuliner di Medan, tempat ini adalah pilihan aman. Semua menunya dijamin halal, sehingga kamu bisa menikmati hidangan dengan tenang.
Di sini, kamu bisa mencicipi mie ayam jamur Medan yang terkenal gurih dan mengenyangkan, cocok untuk makan siang atau melepas penat. Tidak hanya itu, tersedia juga beragam menu ayam serta hidangan khas Medan lainnya bagi kamu yang ingin santapan lebih berat.
Untuk lokasinya bisa cari di Maps ya, pilihan menunya (klik disini).
Jadi, Medan bukan hanya kota yang menawarkan kuliner populer seperti durian atau bika ambon, melainkan juga gudang buah-buahan unik yang jarang dikenal pendatang. Dari rambai yang manis-asam, hingga cempedak yang aromanya tajam, setiap buah memiliki cerita dan sensasi rasa yang berbeda.
Jika kamu berkesempatan mengunjungi Medan, jangan hanya puas dengan oleh-oleh umum. Cobalah untuk membawa pulang buah-buahan khas ini sebagai kenang-kenangan, sekaligus pengalaman rasa yang tidak semua orang punya. Dan tentu saja, lengkapi perjalanan kulinermu dengan mampir ke Kedai H. Mahmud Medan untuk menikmati hidangan halal penuh cita rasa lokal.


