Anyang Pakis Khas Medan – Ketika kamu mendengar nama Medan, mungkin yang pertama terlintas di pikiran adalah kuliner ikonik seperti Mie Gomak yang disebut-sebut sebagai “spaghetti Batak”. Namun, ada satu sajian khas yang kerap luput dari perhatian wisatawan padahal menyimpan kekayaan rasa sekaligus filosofi budaya, yaitu Anyang Pakis Khas Medan!
Makanan ini sekilas mengingatkanmu pada urap, hidangan sayuran berbalut kelapa parut yang banyak dijumpai di pulau Jawa. Tetapi, jika kamu mencicipinya langsung, kamu akan tahu bahwa perbedaannya cukup jelas, baik dari segi bahan, bumbu, hingga pengalaman rasa.
Menariknya, perbandingan ini bukan hanya soal bagaimana itu terasa di lidah, melainkan juga soal identitas budaya dan cara masyarakat setempat merayakan atau menyajikan makanan tersebut.
Sebelum membahas perbedaan kedua hidangan tersebut, mieayammahmud.com akan mengajakmu mengetahui dulu asal usul Anyang Pakis dan mengapa sajian sederhana ini begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Medan, terutama etnis Batak.
Table of Contents
ToggleAsal Usul Makanan “Anyang Pakis” Khas Medan

Anyang Pakis adalah salah satu kuliner tradisional Batak Karo yang sering disajikan dalam acara adat maupun keseharian. Kata “anyang” sendiri dalam bahasa Karo merujuk pada hidangan yang terbuat dari sayuran segar yang dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu khas. Jenis sayuran yang paling sering digunakan adalah daun pakis muda, sehingga hidangan ini populer dengan sebutan Anyang Pakis.
Di daerah Karo, tanaman pakis mudah dijumpai di kebun atau di tepi hutan. Daun mudanya yang masih lunak dipetik untuk dijadikan bahan utama. Selain bernilai gizi tinggi, daun pakis juga dipercaya memiliki khasiat menjaga stamina dan daya tahan tubuh.
Anyang Pakis biasanya hadir dalam jamuan adat seperti pesta kerja tahun atau perayaan panen. Filosofinya sederhana: makanan ini melambangkan kesegaran, kebersamaan, dan keterhubungan dengan alam.
Setiap gigitannya menyatukan rasa segar dari sayuran, gurih kelapa, dan aroma bumbu yang unik. Inilah yang membuatnya berbeda dengan sekadar sayur rebus atau lalapan.
Baca juga: Apa Itu Bawang Batak Khas Medan? Temukan 2 Versi yang Beda
Perbedaan Anyang Pakis Khas Medan VS Urap

Jika kamu terbiasa dengan sajian urap di Jawa, mencicipi Anyang Pakis akan menjadi pengalaman baru. Sekilas, keduanya sama-sama menyajikan sayuran yang dilumuri parutan kelapa berbumbu.
Tetapi, ketika dicermati lebih dalam, ada beberapa perbedaan mendasar:
1. Sayuran Utama
- Urap Jawa: biasanya menggunakan aneka sayur rebus seperti bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, dan kol.
- Anyang Pakis Medan: fokus utama pada daun pakis muda yang tidak direbus terlalu lama agar tetap renyah.
2. Pengolahan Kelapa
- Urap Jawa: kelapa parut biasanya dikukus bersama bumbu halus (cabai, kencur, bawang, terasi) hingga matang, baru kemudian dicampur dengan sayur.
- Anyang Pakis: kelapa parut disangrai sebentar atau bahkan digunakan segar dengan bumbu khas Karo seperti andaliman, bawang, dan rempah lokal. Hasilnya, rasa lebih segar dan pedasnya punya sensasi “menggetarkan lidah”.
3. Karakter Rasa
- Urap Jawa: dominan manis-gurih, karena penggunaan gula merah cukup banyak dalam bumbu.
- Anyang Pakis: cenderung gurih-pedas, dengan aroma segar dari andaliman dan jeruk purut. Nyaris tidak ada rasa manis.
4. Konteks Budaya
- Urap Jawa: sering disajikan dalam hajatan seperti kenduri atau tumpeng sebagai pelengkap nasi.
- Anyang Pakis: punya kedudukan penting dalam adat Batak Karo, bukan sekadar makanan pelengkap, tetapi simbol ikatan dengan alam.
Dengan kata lain, meskipun secara tampilan mirip, identitas rasa dan makna budaya dari Anyang Pakis jelas membedakannya dari urap Jawa.
Kesimpulan Sederhananya..
Anyang Pakis Khas Medan memang sekilas mirip dengan urap dari Jawa, tetapi jika kamu menelusuri lebih dalam, keduanya punya karakter dan makna yang berbeda.
Anyang Pakis menonjolkan daun pakis muda, bumbu andaliman, dan nuansa adat Batak Karo yang kental. Sementara urap Jawa lebih variatif dalam sayuran dengan cita rasa manis-gurih yang khas.
Jadi, ketika kamu berkunjung ke Medan, sempatkanlah untuk merasakan langsung kuliner unik ini. Dan setelah itu, lanjutkan perjalanan kuliner dengan mie ayam jamur khas Medan atau menu lainnya yang ikonik dan tak kalah istimewa.
Baca juga: 5 Makanan Khas Medan Terpopuler yang Terbuat dari Mie!
Bahan Anyang Pakis Khas Medan & Alternatifnya

Dalam praktiknya, banyak versi Anyang Pakis Khas Medan, tapi hampir semuanya menggunakan ebi (udang kering) yang dihaluskan atau digoreng garing untuk menambah cita rasa gurih-asin. Itulah salah satu ciri khas yang membuat rasanya berbeda dengan urap Jawa.
Kalau kita rinci, biasanya bumbu anyang pakis terdiri dari:
- Kelapa parut (sering disangrai ringan).
- Bawang merah, bawang putih.
- Cabai merah/cabai rawit sesuai selera.
- Andaliman (opsional, lebih sering muncul di versi Batak tertentu).
- Ebi (udang kering) → memberi aroma gurih laut.
- Daun jeruk, serai, atau jeruk purut untuk kesegaran.
- Garam dan sedikit gula.
Namun, bagaimana jika kamu kesulitan menemukan bahan tertentu? Berikut alternatif yang bisa dipakai:
- Daun pakis → bisa diganti dengan daun kangkung atau daun pepaya muda yang direbus sebentar. Meski rasanya tidak identik, teksturnya cukup mendekati.
- Andaliman → bisa diganti dengan merica atau sedikit jeruk lemon untuk memberikan sensasi segar pedas, walau tentu sensasi khasnya tidak sepenuhnya sama.
- Kelapa parut segar → jika sulit menemukan kelapa parut, kamu bisa gunakan kelapa kering (desiccated coconut) yang direndam air hangat lalu disangrai sebentar.
Kalau kamu alergi seafood atau tidak menyukai aroma udang kering, bisa diganti dengan:
- Teri medan halus (jika masih oke dengan ikan).
- Kaldu jamur bubuk atau kaldu sayur sebagai alternatif vegetarian.
- Kacang tanah goreng halus untuk menambah gurih meski sensasi lautnya hilang.
Dengan begitu, kamu tetap bisa merasakan nuansa Anyang Pakis meskipun tidak tinggal di Medan.
Baca juga: Perbedaan Ciri Khas Mie Kocok Medan VS Bandung, Sudah Tahu?
Mampir di Medan? Cobain Mie Ayam Jamur Juga Yuk!

Selain mencicipi Anyang Pakis, jangan lewatkan kuliner mie khas Medan yang juga legendaris, yaitu Mie Ayam Jamur. Rasanya cukup berbeda dengan mie ayam di Jawa, karena punya karakter bumbu yang lebih berani dan porsi yang melimpah.
Kalau kamu ingin merasakan sensasi mie khas Medan yang berbeda dari biasanya, cobalah berkunjung ke Mie Ayam Jamur H. Mahmud. Tempat ini sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan utama pecinta kuliner di kota Medan. Menu yang disajikan pun beragam, di antaranya:
- AJ Spesial – Mie hangat yang dipadukan dengan potongan ayam berbumbu, jamur gurih, sayuran segar, telur, dan pangsit goreng yang renyah. Satu mangkuk saja cukup untuk membuat perut kenyang sekaligus hati puas.
- PJ Spesial – Versi mie yang lebih segar dengan tambahan kerupuk, acar, dan topping unik. Cocok untuk kamu yang menyukai perpaduan rasa yang tidak monoton.
- Mie PA – Hidangan ini berisi mie lembut dengan sayuran seperti sosim dan tauge, ayam berbumbu khas, ditambah pangsit goreng dan telur rebus. Porsinya komplet dan pas untuk makan siang yang memuaskan.
Jadi, setelah kamu menikmati segarnya Anyang Pakis, jangan lupa luangkan waktu untuk mencicipi mie legendaris ini ya. Di tempat ini ada oleh-oleh kerang medan yang juga bisa kamu bawa pulang.
Apakah pembahasan ini sudah cukup? jika kurang, kamu dapat melihat artikel kami lainnya di blog mieayammahmud.com!


